Menyapih selama 21 bulan, Menyusui dengan ASI, solusi tak tergantikan buat kecerdasan sang buah hati


Ternyata, memberi ASI bukan sekadar membuat kenyang bayi. Nutrien
khususnya membantu otak berkembang optimal. Sementara suasana yang
diciptakan akan membentuk anak jadi pribadi yang tangguh.

Anak sehat, cerdas, dan berkepribadian baik memang dambaan setiap
orang tua. Salah satu langkah awal penting untuk mewujudkannya adalah
pemberian makanan pertama dengan kualitas dan kuantitas optimal.
Soalnya gangguan gizi pada masa bayi dapat menghambat pertumbuhan otak,
yang tentu berpengaruh pada perkembangan kecerdasan bayi. Fakta-fakta
ilmiah membuktikan, bayi dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas bila
diberi air susu ibu (ASI) secara eksklusif pada 4 - 6 bulan pertama
kehidupannya.

"ASI eksklusif, lebih tepat disebut pemberian ASI secara eksklusif,
artinya hanya memberi ASI pada bayi," tutur dr. Utami Roesli SpA.MBA.
Bayi tak mendapat tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk,
madu, air teh, air putih, juga tanpa tambahan makanan padat seperti
pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, tim.

Siasati faktor lingkungan

Ada dua faktor yang mempengaruhi kecerdasan. Yang pertama adalah faktor
genetik atau bawaan dari orang tua. Faktor lain adalah lingkungan.
Faktor ini akan menunjang apakah faktor genetik bisa berkembang
optimal. Berbeda dengan faktor genetik yang tidak dapat direkayasa,
faktor lingkungan punya banyak sisi yang dapat dimanipulasi.

Secara garis besar ada tiga jenis faktor lingkungan yang dapat
mempengaruhi perkembangan kecerdasan. Di antaranya pertumbuhan fisik
biomedis otak. Untuk ini, nutrisi berperan sangat penting. Makanan
dengan kualitas kadar gizi dan kuantitas yang optimal akan mendukung
pertumbuhan otak yang optimal pula.

Selanjutnya, pertumbuhan emosi dan sosial yang mengutamakan
pemberian kasih sayang pada anak. Anak yang merasa disayangi akan mudah
menyayangi lingkungan. Ia pun mudah bersosialisasi serta menjalin
hubungan yang memuaskan.

Kebutuhan lain adalah stimulasi atau rangsangan sejak dini, bahkan
sejak janin dalam kandungan. Para ahli membuktikan, dengan pemberian
stimulasi terus-menerus sampai dua tahun, IQ anak pada usia 4 - 5 tahun
dapat ditingkatkan 15 - 30 poin.

Lompatan Pertumbuhan Otak

Kata cerdas selalu segera diasosiasikan dengan otak. Otak, salah satu
organ paling penting dalam tubuh manusia, tumbuh sangat cepat selama
kehamilan. Otak bayi terbentuk segera setelah pembuahan. Otak bayi
lahir telah mencapai pertumbuhan 25% dari otak dewasa, dan mengandung
100 miliar sel otak (neuron), kira-kira sebanyak bintang di Bima Sakti.

Di usia setahun, pertumbuhannya mencapai 70% dari otak dewasa, selain
itu 70 - 85% neuron yang ada sudah terbentuk secara lengkap. Di usia
tiga tahun, otak anak telah sebesar 90% otak dewasa.

Pada periode sejak terjadi konsepsi sampai bayi berusia setahun terjadi
pertumbuhan otak yang cepat yang dinamai Periode Lompatan Pertumbuhan
Otak atau Periode Pertumbuhan Otak Cepat (Brain Growth Spurt). Pada
periode ini neuron sangat peka dan sangat dipengaruhi oleh situasi
lingkungan. Maka periode ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk
meningkatkan kecerdasan anak.

Pertumbuhan otak terbagi atas dua stadium. Stadium pertama adalah
stadium pembentukan neuron, sedangkan stadium kedua adalah stadium
pembesaran dan pematangan neuron.

Para pakar membuktikan, segera setelah terjadi pembuahan, mekanisme
pembentukan neuron bekerja sangat cepat untuk menghasilkan neuron
berjumlah ratusan miliar. Pembentukan ini hanya berlangsung sampai usia
kehamilan 5 bulan, setelah itu neuron tak terbentuk lagi. Bila gizi ibu
hamil baik, di akhir stadium pertama akan terbentuk neuron muda yang
sangat banyak.

Setelah itu, pertumbuhan otak hanya mencakup pembesaran neuron yang
sudah terbentuk agar lebih lengkap dan kompleks. Cabang-cabang neuron,
dendrit dan axon, akan bertambah jumlah dan panjangnya. Selain itu,
terjadi penambahan hubungan antarsel. Di fase ini dengan sangat cepat
pula terjadi proses myelinisasi, atau proses pembalutan neuron oleh
myelin agar tidak terjadi arus pendek.

Gizi bayi yang baik dapat mempercepat pembentukan myelinisasi, apalagi
bila disertai rangsangan. Makin banyak rangsangan yang didapat, akan
makin banyak pula cabang neuron yang terbentuk. Maka, komunikasi antar
sel-sel otak juga akan baik. Rangsangan pada panca indra janin sangat
baik untuk menjaga agar otak tetap dapat tumbuh.

Nutrien khusus hanya dalam ASI

Mengingat perkembangan kecerdasan anak berkaitan erat dengan
pertumbuhan otak, maka faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan otak
bayi adalah nutrisi atau gizi yang diberikan. Terlebih pemberian
nutrisi pada Periode Lompatan Pertumbuhan Otak. Periode ini harus
dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena kesempatan macam ini tak akan
terulang lagi selama masa tumbuh kembang anak.

Usahakan bayi dapat menerima nutrisi dengan kualitas dan kuantitas
optimal untuk pertumbuhan otaknya. Kekurangan gizi pada Periode
Lompatan Pertumbuhan Otak akan menghambat atau mengganggu pertumbuhan
otak, yang berakibat akan kurang optimalnya perkembangan kecerdasan
anak. Bayi yang menderita kurang gizi berat di masa pertumbuhan otak
ini akan mengalami berkurangnya jumlah sel otak sebanyak 15 - 20%.

Namun syukurlah, alam telah membekali manusia dengan "obat" pencegah
gangguan gizi pada periode ini, yaitu ASI. Pemberian ASI secara
eksklusif sampai bayi berusia 4 - 6 bulan akan menjamin tercapainya
pertumbuhan otak secara optimal. Alhasil, pengembangan potensi
kecerdasan anak jadi optimal pula.

Selain nutrien ideal dengan komposisi yang tepat dan sesuai kebutuhan
bayi, ASI juga mengandung nutrien-nutrien yang perlu untuk otak bayi
agar tumbuh optimal.

Beberapa nutrien untuk pertumbuhan otak bayi di antaranya taurin,
yaitu suatu bentuk zat putih telur khusus, laktosa atau hidrat arang
utama dari ASI, dan asam lemak ikatan panjang - antara lain DHA dan AA
yang merupakan asam lemak utama dari ASI. Pada susu sapi
nutrien-nutrien khusus itu tidak ditemukan - misalnya taurin -,
kalaupun ada hanya sedikit sekali, seperti laktosa dan asam lemak
ikatan panjang.

ASI pun bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Sebenarnya bayi
sudah dibekali immunoglobulin (zat kekebalan tubuh) yang didapat dari
ibunya melalui plasenta. Tapi, segera setelah bayi lahir kadar zat ini
akan turun cepat sekali. Tubuh bayi baru memproduksi immunoglobulin
dalam jumlah yang cukup pada usia 3 - 4 bulan. Saat kadar
immunoglubolin bawaan menurun, sementara produksi sendiri belum
mencukupi, bisa muncul kesenjangan immunoglobulin pada bayi.

Di sinilah ASI berperan. Ia bisa menghilangkan atau setidaknya
mengurangi kesenjangan yang mungkin timbul. ASI mengandung zat
kekebalan tubuh yang mampu melindungi bayi dari berbagai penyakit
infeksi bakteri, virus, dan jamur. Bahkan Colostrum (cairan pertama
yang mendahului ASI) mengandung zat immunoglobulin 10 - 17 kali lebih
banyak dari ASI!

Fakta membuktikan, angka kematian dan angka terkena penyakit bayi
penerima ASI-eksklusif jauh lebih baik dibandingkan dengan bayi yang
tidak mendapat ASI-eksklusif.

Wajar bila anak yang sehat akan lebih berkembang kepandaiannya daripada anak yang sering sakit, apalagi bila sakitnya berat.

Memberikan rasa aman

Proses pemberian ASI eksklusif ternyata juga memenuhi kebutuhan awal kasih sayang dan emosi pada bayi.

Bayangkanlah bila Anda seorang janin dalam rahim. Anda merasa aman,
terlindungi, dan hangat, dalam ruang gerak terbatas didekap oleh
dinding rahim (skin to skin contact), serta dibelai oleh hangatnya
cairan ketuban. Belum lagi terdengar dendang bunyi detak jantung serta
gerakan pernapasan ibu yang ritmis menenangkan.

Tiba-tiba Anda "terlempar" ke ruangan tanpa batas gerak, dingin, tanpa
belaian dan dekapan ibu. Di dunia yang dingin ini, seketika lenyap pula
bunyi detak jantung serta gerakan pernapasan ibu, digantikan oleh suara
dan bunyi hiruk pikuk.

Perubahan suasana yang tak menyenangkan itu tidak akan
berlarut-larut menghantui bayi, bila ia mendapat ASI secara eksklusif.
Ia akan sering dalam dekapan ibu saat menyusu, mendengar detak jantung
ibu, dan gerakan pernapasan ibu yang telah dikenalnya. Ia juga akan
sering merasakan situasi seperti saat dalam kandungan: terlindung, aman
dan tenteram.

"Untuk mencapai kondisi itu kini di Barat mulai dilakukan metode
menempatkan ibu seranjang dengan bayinya, seperti cara ‘kelonan’
masyarakat kita," ujar Utami.

Jalinan kasih sayang yang baik adalah landasan terciptanya keadaan
yang disebut secure attachment. Anak yang tumbuh dalam suasana aman
akan menjadi anak yang berkepribadian tangguh, percaya diri, mandiri,
peduli lingkungan dan pandai menempatkan diri.

Pemberian ASI secara eksklusif juga memenuhi kebutuhan awal
stimulasi. Saat menyusui umumnya ibu-ibu akan membelai, bicara,
bernyanyi pada si bayi. Lirik lagu akan merangsang otak bagian kiri
sedangkan melodinya akan merangsang otak sebelah kanan. Belum lagi
sentuhan dan usapan tangan ibu. Inilah stimulasi awal bagi anak. Para
ahli membuktikan, bayi yang mendapat ASI eksklusif mempunyai
perbendaharaan kata-kata yang secara bermakna lebih banyak.

Hasil penelitian terhadap 1.000 bayi prematur membuktikan,
bayi-bayi prematur yang mendapat ASI eksklusif mempunyai IQ lebih
tinggi secara bermakna yaitu 8,3 poin lebih tinggi.

Sementara penelitian Dr. Riva dkk. menunjukkan anak-anak usia 9,5 tahun
yang ketika bayi mendapat ASI eksklusif, ditemukan memiliki IQ mencapai
12,9 poin lebih tinggi.

Ayah pun mengganti popok

Namun memberikan ASI ekslusif memang memerlukan tekad kuat seorang ibu.
Misalnya, kemampuan ibu untuk menyusui sangat dipengaruhi oleh keadaan
emosi. Keadaan tegang dan depresif akan berakibat turunnya refleks
penyaluran susu, yaitu refleks yang bertugas mengalirkan ASI dari
pabrik susu (mammary alveolus) ke gudang susu (sinus lactiferous).
Maka, bayi bisa kelaparan kekurangan ASI.

Sebaliknya kondisi tenang akan berpengaruh positif bagi produksi ASI.
"Di sinilah pentingnya dukungan suami, terutama dalam menghadapi
pihak-pihak yang dapat melemahkan semangat ibu dalam upaya pemberian
ASI eksklusif," tutur Utami yang aktif mengkampanyekan pemberian ASI
ekslusif.

http://www.gizi.net/forums/viewtopic.php?p=2033&sid=f3cb1442fe3e4b74185bfbb467dfdb08

Ada banyak hal yang dapat dilakukan seorang ayah. Di antaranya
menunjukkan pada si ibu persetujuan dan kegembiraannya akan pilihan
untuk memberikan ASI eksklusif, atau menunjukkan pada semua orang ia
sangat mendukung upaya pemberian ASI. Dukungan praktis lainnya seperti
membantu ibu merawat bayi, apakah mengganti popok, mensendawakan bayi
setelah selesai menyusu, menggendong, memandikan, memijat bayi secara
teratur, atau memberi ASI perah pada si bayi bila ibu bekerja.

Ibu bekerja pun tidak perlu berhenti memberi ASI secara eksklusif
selama sedikitnya 4 bulan, kalau bisa 5 bulan, meski cuti hamil cuma 3
bulan. Selama ibu tidak di rumah, bayi mendapat ASI perah yang telah
diperah sehari sebelumnya. ASI perah tahan selama 24 jam di dalam
termos es yang diberi es batu atau lemari es. Dengan penanganan yang
benar tak ada beda antara kualitas maupun kuantitas ASI dari ibu yang
bekerja dengan ibu yang tidak bekerja.

"Tapi, ia harus tahu cara yang benar dalam mengosongkan payudara.
Bagi yang kesulitan memproduksi ASI, harus dicari pokok penyebabnya,
karena masalah-masalah itu selalu bisa dicari jalan keluarnya," tutur
dokter sambil menunjukkan foto pasiennya yang meski berbadan mungil
namun sangat berlimpah produksi ASI-nya. Ia menambahkan, di antara
sejumlah wanita yang mengaku tak bisa memproduksi ASI sebenarnya hanya
sebagian kecil yang benar-benar mengalami masalah serius. Sementara
pada sebagian besar lainnya masalah itu teratasi dengan informasi
tentang teknik menyusui yang benar dan faktor-faktor penyebab
terhambatnya produksi ASI.

Maka tempat ibu bekerja mutlak memberikan kemudahan, misalnya dengan
memberikan sarana ruangan untuk memerah ASI, dan izin waktu untuk dapat
memerah ASI. Tempat kerja yang memberi kemungkinan bagi karyawatinya
untuk dapat berhasil menyusui secara eksklusif disebut Tempat Kerja
Sayang Ibu.

Pemberian ASI, terutama eksklusif, tidak hanya bermanfaat bagi bayi,
tapi juga ibu, ayah, perusahaan tempat ibu bekerja dan bagi bangsa.
(*/Sht/Intisari)



Leave a Reply