Lagi tentang ASI
September 7, 2006Tumbuh
Kembang Otak Bayi
Usia
0-6 Bulan
Bagian-bagian
utama otak bayi baru lahir sudah lengkap terbentuk. Kini, otaknya akan
segera mengalami proses pematangan yang perlu ditunjang dengan pemenuhan zat-zat
gizi yang tepat.
Otak merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai pusat kontrol dan
kendali atas semua sistem di dalam tubuh. Otak yang juga merupakan pusat kecerdasan
atau pusat kemampuan berpikir ini mulai dibentuk selang beberapa saat setelah
terjadinya konsepsi (proses peleburan inti sel telur dan inti sel sperma).
Dalam
perkembangan otak, ada periode yang dikenal sebagai periode pacu tumbuh otak
( brain growth spurt ). Yaitu saat dimana otak berkembang sangat cepat.
Pada manusia, periode pacu tumbuh otak pertama dimulai ketika usia kehamilan
ibu memasuki trimester ketiga. Periode pacu tumbuh otak kedua terjadi setelah
si keci lahir hingga ia berusia dua tahun. Multiplikasi
sel terjadi pada masa janin. Sedangkan sejak lahir hingga usia dua tahun adalah
saat neuron (sel saraf) di korteks otak membentuk sinaps (hubungan
antara sel saraf) yang sangat banyak. Jadi, di masa
multiplikasi dan pembentukan sinaps ini, otak harus mendapat prioritas utama
dalam hal pemenuhan zat-zat gizi sebagai bahan-bahan pembentukannya.
Tumbuh
kembang otak
Secara
keseluruhan, otak si kecil saat lahir sudah terbagi menjadi empat bagian utama,
yakni batang otak ( brainstem ), otak kecil ( serebelum ),
otak besar ( serebrum) dan diensefalon. Berat otak bayi saat ini sudah
mencapai 25% berat otak orang dewasa, atau sekitar 350-400 gram. Ketika usianya
enam bulan, berat otak bayi hampir 50% dari berat otak orang dewasa.
Di dalam
otak bayi baru lahir sudah terdapat kurang-lebih 100 milyar sel saraf (neuron).
Sel saraf ini terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:
- Badan sel
saraf yang bentuknya menyerupai bintang.
Di dalamnya, antara lain, terdapat inti sel saraf. Ujung-ujung dari badan
sel yang menjulur ini merupakan bagian yang menghubungkannya dengan ujung-ujung
dari badan sel saraf yang lain, sehingga membentuk suatu jalinan yang sangat
kompleks.
- Dendrit
merupakan perpanjangan dari ujung-ujung
badan sel. Sebuah sel saraf bisa memiliki sekitar 200 dendrit.
- Akson yang
bentuknya memanjang, sehingga menyerupai tangkai dari sel saraf. Sebagian
besar akson dilindungi oleh semacam selaput dari lemak, yaitu yang dikenal
sebagai mielin. Proses pembentukan selaput pelindung pada akson ini disebut
sebagai mielinasi.
Saat si kecil
baru lahir hingga usianya mencapai enam bulan, sel-sel sarafnya belum seluruhnya
mencapai tingkat perkembangan yang “matang”. Sel saraf dapat dikatakan mencapai
tingkat kematangan, antara lain, apabila sudah terbentuk akson pada setiap bagian
tubuh. Setiap kali terbentuk akson baru, maka akan terbentuk pula sinaps (simpul
saraf, hubungan antara sel saraf) yang memungkinkan terjadinya “komunikasi”
antara setiap bagian tubuh dengan otak. Itu sebabnya, si kecil masih belum terampil
mengontrol gerakan anggota tubuhnya.
Selain sel
saraf, di dalam otak dan sistem saraf pusat terrdapat sel glia. Sel ini bertugas
melindungi, memberi dukungan dan juga memberi makan kepada sel saraf.
Caranya, dengan mengalirkan kebutuhan zat gizi yang diperlukan. Dengan demikian,
proses tumbuh kembang sel saraf berjalan dengan baik dan dapat berfungsi menghantarkan
pesan (perintah).
Otak, yang
setiap menit membutuhkan darah sebanyak 150 ml ini, mencapai tahap perkembangan
yang berbeda-beda setiap bagiannya. Misalnya, bagian otak yang mengontrol sistem
pendengaran sudah mulai berkembang sejak janin berusia 28 minggu. Sedangkan
bagian otak yang mengatur sistem penglihatan baru berkembang setelah bayi lahir.
Laju perkembangan
otak si kecil tidak secara langsung ditunjukkan oleh pertambahan volume otak.
Namun, pada umumnya perkembangan otak dikaitkan dengan kecerdasan. Dan, kecerdasan
itu sendiri seringkali dikaitkan dengan volume otak. Ukuran serta bentuk kepala
dianggap dapat menggambarkan besarnya otak yang terdapat di dalamnya. Pada kenyataannya,
ada banyak sekali faktor yang ikut menentukan tingkat kecerdasan seseorang,
selain volume otaknya.
Boks:
Delapan
Tahapan Utama Perkembangan bagian-bagian otak (Jumpsen & Clandinin, 1995):
- Dimulai dari pembentukan tabung neural.
- Kemudian neuron (sel saraf)
berproliferasi pada regio yang berbeda. - Terjadi migrasi neuron dari
tempat pembentukannya ke tempat yang permanen. - Diikuti agregasi sel sehingga
membentuk bagian-bagian otak. - Selanjutnya neuron-neuron imatur berdiferensiasi.
- Dan terbentuk hubungan antar
neuron (sinaps) . - Tahap berikutnya terjadi kematian sel dan eliminasi
selektif . - Penyempurnaan mielinasi (pembentukan
mielin).
|
Sphingomyelin
Mielin bekerja sebagai insulator untuk impuls saraf.
Dewasa
Berbeda
Studi
Oshida
Jadi,
|
Kebutuhan
gizi
Bila melihat
periode pacu tumbuh otak, maka sebagian besar percepatan tumbuh otak justru
terjadi setelah si kecil lahir. Mulai saat itu, pemenuhan kebutuhan zat gizi
dilakukan melalui pemberian ASI secara tunggal (ASI eksklusif) sejak hari pertamanya
hingga usia enam bulan. Perlu diketahui, komposisi zat gizi di dalam ASI demikian
sempurna untuk memenuhi kebutuhan zat gizi sesuai tahapan tumbuh kembang bayi,
bahkan untuk bayi yang lahir prematur sekali pun.
Secara alami,
ASI mengandung zat-zat gizi yang secara khusus diperlukan untuk menunjang proses
tumbuh kembang otak. Zat-zat gizi tersebut antara lain:
•
Asam lemak esensial
ASI merupakan
sumber asam lemak esensial (asam lemak yang harus dipenuhi kebutuhannya
dari luar tubuh) , yaitu asam linoleat dan asam alfa-linolenat. Kedua
asam lemak esensial ini di dalam tubuh bayi diubah menjadi DHA (asam dokosaheksanoat)
dan AA (asam arakhidonat).
Perlu
diketahui, lipid (lemak) di dalam ASI terutama terdapat dalam bentuk trigeliserida
(98-99%). Sedangkan sisanya, sebanyak 1-2%, adalah fosfolipid dan kolesterol.
Komposisi dan kandungan lipid ASI sangat bervariasi bergantung dari tahapan
laktasi dan asupan diet ibu. Lipid di dalam ASI berfungsi sebagai sumber energi.
Selain itu, sebagian kecil lipid (lipid minor) berfungsi sebagai mikronutrien
yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan otak. Lipid sebagai mikronutrien
terutama terdapat dalam bentuk fosfolipid.
Fosfolipid
ASI merupakan sumber asam lemak tidak jenuh rantai
panjang ( long chain polyunsaturated fatty acid
, LCPUFA), terutama AA dan DHA. Kandungan fosfolipid
ASI bervariasi sekitar 20-38 mg/100 ml, tergantung pada tahapan laktasi.
Di dalam ASI, fosfolipid terdiri dari beberapa fraksi, berturut-turut dari yang
paling dominan adalah: 1) sphingomyelin, 2) fosfatidylkolin, 3) fosfatidylethanolamin,
4) fosfatidylserin, dan 5) fosfatidylinositol.
Menurut Gopalan
dalam tulisannya Essential FA in Maternal and Infant Nutrition In Symposium
“EFA and Human Nutrition and Health International Conference” in Shanghai, Cina
(2002), mengatakan LCPUFA merupakan komponen yang esensial selama
periode perinatal, karena fetus dan bayi baru lahir tidak dapat mensintesis
sejumlah AA dan DHA yang mencukupi dari prekursornya. Padahal, pada saat lahir
dan masa awal kehidupan telah dihasilkan kurang lebih 6-10 ribu hubungan sinaps
antar sel syaraf. Materi dasar untuk terbentuknya sinaps ini adalah adanya asam
lemak esensial di dalam ASI. Oleh karena itu, perkembangan mental dan kecerdasan
bergantung pada kecukupan suplai asam lemak esensial dan LCPUFA pada
tahap-tahap krusial tersebut.
Apabila
tubuh bayi mendapat DHA dalam jumlah yang mencukupi melalui ASI ibunya, maka
proses pembentukan otak serta pematangan sel-sel saraf di dalam otaknya akan
berjalan dengan baik. Semua proses itu terjadi pada waktu bayi tidur nyenyak.
Penelitian
tentang hal tersebut telah dilakukan di University of Brisbane, Australia dengan
memakan waktu 21 tahun dan melibatkan 3880 bayi. Hasil sementara dari penelitian
ini yang dipublikasikan di United States Based Journal of Pediatrics and Child
Health tahun 2001 lalu menunjukkan bahwa zat-zat gizI yang terkandung di dalam
ASI membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga terhindar dari
serangan penyakit-penyakit infeksi.
Dengan demikian,
proses tumbuh kembang dapat berjalan dengan baik. Selain itu, kedekatan dan
hubungan batin yang terjalin kuat antara ibu dan bayi ketika memberi ASI merangsang
perkembangan kemampuan kognitif bayi. Sedangkan kadar DHA di dalam ASI
yang sesuai dengan kebutuhan tubuh bayi, memungkinkan proses plastisitas (proses
pembentukan hubungan baru di antara sel-sel saraf) berjalan dengan optimal.
Hal ini antara lain ditunjukkan dengan kecerdasan berbahasa yang baik serta
IQ ( Intelegence Quotient ) yang tinggi.
•
Protein
Komponen
dasar dari protein, yakni asam amino, terutama berfungsi sebagai pembentuk struktur
otak. Beberapa jenis asam amino tertentu, yaitu taurin, triptofan, dan fenilalanin
merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penghantar atau penyampaipesan ( neurotransmitter
). Di dalam ASI terkandung protein sekitar 1,2 gram per 100 ml.
•
Vitamin B kompleks
Beberapa
jenis vitamin B yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak adalah ,vitamin B1,
vitamin B6, dan asam folat (vitamin B9). Bila kebutuhannya tidak terpenuhi,
maka akan timbul gangguan terhadap pertumbuhan dan fungsi otak dan sistem saraf.
•
Kholin
Senyawa ini
merupakan pembentuk sejenis neurotransmitter yang disebut asetilkolin.
Kholin juga merupakan bagian dari lesitin, yaitu suatu fosfolipid yang banyak
terdapat di otak sebagai pembentuk membran (dinding) sel saraf.
•
Yodium, zat besi, dan zat seng
Yodium dibutuhkan
untuk pembentukan hormon tiroksin (sejenis hormon yang diperlukan dalam pembentukan
protein yang membantu proses tumbuh kembang otak). Zat besi dibutuhkan dalam
proses pembentukan mielin. Zat besi disimpan di dalam berbagai jaringan otak
selama 12 bulan pertama sejak bayi lahir. Seng merupakan bagian darai sekitar
300 jenis enzim yang membantu pembelahan sel. Kekurangan zat seng di
dalam otak dapat menyebabkan gangguan fungsi otak yang disebut ADHD (Attention
Deficit Hyperactive Disorder).
Agar ASI
mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh si kecil selama masa pemberian
ASI eksklusif enam bulan, maka ibu harus mengkonsumsi makanan bergizi seimbang
setiap hari. Ibu perlu menkonsumsi makanan-makanan yang kaya protein. Misalnya,
ikan, daging, telur, tempe, tahu, dan susu skim. Ibu juga perlu makan lebih
banyak sayur-sayuran dan buah-buahan.
Jika selama
masa menyusui ibu tidak mendapatkan gizi yang diperlukan, persediaan zat-zat
gizi dalam tubuhnya akan habis dipergunakan untuk memproduksi ASI. Akibatnya,
selain kesehatan ibu terganggu, ASI-nya juga tidak akan cukup banyak. Kualitas
ASI-nya pun tidak akan cukup baik, dan jangka waktu ibu untuk memproduksi ASI
pun menjadi relatif singkat.
Dewi
Handajani
http://www.ayahbunda-online.com/info_ayahbunda/info_detail.asp?id=Bayi&info_id=258
Posted by alfaishol