Lagi tentang ASI

September 7, 2006

Tumbuh
  Kembang Otak Bayi

Usia
  0-6 Bulan

 

Bagian-bagian
  utama otak bayi baru lahir sudah lengkap terbentuk. Kini, otaknya akan   
  segera mengalami proses pematangan yang perlu ditunjang dengan pemenuhan zat-zat
  gizi yang tepat.

 

 Otak merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai pusat kontrol dan
  kendali atas semua sistem di dalam tubuh. Otak yang juga merupakan pusat kecerdasan
  atau pusat kemampuan berpikir ini mulai dibentuk selang beberapa saat setelah
  terjadinya konsepsi (proses peleburan inti sel telur dan inti sel sperma).

Dalam
  perkembangan otak, ada periode yang dikenal sebagai periode pacu tumbuh otak
  ( brain growth spurt ). Yaitu saat dimana otak berkembang sangat cepat.
  Pada manusia, periode pacu tumbuh otak pertama dimulai ketika usia kehamilan
  ibu memasuki trimester ketiga. Periode pacu tumbuh otak kedua terjadi setelah
  si keci lahir hingga ia berusia dua tahun.
Multiplikasi
  sel terjadi pada masa janin. Sedangkan sejak lahir hingga usia dua tahun adalah
  saat neuron (sel saraf) di korteks otak membentuk sinaps
(hubungan
  antara sel saraf)
yang sangat banyak. Jadi, di masa
  multiplikasi dan pembentukan sinaps ini, otak harus mendapat prioritas utama
  dalam hal pemenuhan zat-zat gizi sebagai bahan-bahan pembentukannya.

 

Tumbuh
  kembang otak

Secara
  keseluruhan, otak si kecil saat lahir sudah terbagi menjadi empat bagian utama,
  yakni batang otak ( brainstem ), otak kecil ( serebelum ),
  otak besar ( serebrum) dan diensefalon. Berat otak bayi saat ini sudah
  mencapai 25% berat otak orang dewasa, atau sekitar 350-400 gram. Ketika usianya
  enam bulan, berat otak bayi hampir 50% dari berat otak orang dewasa.

Di dalam
  otak bayi baru lahir sudah terdapat kurang-lebih 100 milyar sel saraf (neuron).
  Sel saraf ini terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:

 

  • Badan sel
        saraf
    yang bentuknya menyerupai bintang.
        Di dalamnya, antara lain, terdapat inti sel saraf. Ujung-ujung dari badan
        sel yang menjulur ini merupakan bagian yang menghubungkannya dengan ujung-ujung
        dari badan sel saraf yang lain, sehingga membentuk suatu jalinan yang sangat
        kompleks.

 

  • Dendrit
       
    merupakan perpanjangan dari ujung-ujung
        badan sel. Sebuah sel saraf bisa memiliki sekitar 200 dendrit.

 

  • Akson yang
        bentuknya memanjang, sehingga menyerupai tangkai dari sel saraf. Sebagian
        besar akson dilindungi oleh semacam selaput dari lemak, yaitu yang dikenal
        sebagai mielin. Proses pembentukan selaput pelindung pada akson ini disebut
        sebagai mielinasi.

 

 

Saat si kecil
  baru lahir hingga usianya mencapai enam bulan, sel-sel sarafnya belum seluruhnya
  mencapai tingkat perkembangan yang “matang”. Sel saraf dapat dikatakan mencapai
  tingkat kematangan, antara lain, apabila sudah terbentuk akson pada setiap bagian
  tubuh. Setiap kali terbentuk akson baru, maka akan terbentuk pula sinaps (simpul
  saraf, hubungan antara sel saraf) yang memungkinkan terjadinya “komunikasi”
  antara setiap bagian tubuh dengan otak. Itu sebabnya, si kecil masih belum terampil
  mengontrol gerakan anggota tubuhnya.

Selain sel
  saraf, di dalam otak dan sistem saraf pusat terrdapat sel glia. Sel ini bertugas
  melindungi, memberi dukungan dan juga memberi makan   kepada sel saraf.
  Caranya, dengan mengalirkan kebutuhan zat gizi yang diperlukan. Dengan demikian,
  proses tumbuh kembang sel saraf berjalan dengan baik dan dapat berfungsi menghantarkan
  pesan (perintah).

Otak, yang
  setiap menit membutuhkan darah sebanyak 150 ml ini, mencapai tahap perkembangan
  yang berbeda-beda setiap bagiannya. Misalnya, bagian otak yang mengontrol sistem
  pendengaran sudah mulai berkembang sejak janin berusia 28 minggu. Sedangkan
  bagian otak yang mengatur sistem penglihatan baru berkembang setelah bayi lahir.
 

Laju perkembangan
  otak si kecil tidak secara langsung ditunjukkan oleh pertambahan volume otak.
  Namun, pada umumnya perkembangan otak dikaitkan dengan kecerdasan. Dan, kecerdasan
  itu sendiri seringkali dikaitkan dengan volume otak. Ukuran serta bentuk kepala
  dianggap dapat menggambarkan besarnya otak yang terdapat di dalamnya. Pada kenyataannya,
  ada banyak sekali faktor yang ikut menentukan tingkat kecerdasan seseorang,
  selain volume otaknya.

 

Boks:
 

Delapan
  Tahapan Utama Perkembangan bagian-bagian otak (Jumpsen & Clandinin, 1995):
 

 

  1. Dimulai dari pembentukan tabung neural.
       
  2. Kemudian neuron (sel saraf)
        berproliferasi pada regio yang berbeda.
  3. Terjadi migrasi neuron dari
        tempat pembentukannya ke tempat yang permanen.
  4. Diikuti agregasi sel sehingga
        membentuk bagian-bagian otak.
  5. Selanjutnya neuron-neuron imatur berdiferensiasi.
       
  6. Dan terbentuk hubungan antar
        neuron (sinaps) .
  7. Tahap berikutnya terjadi kematian sel dan eliminasi
        selektif
    .
  8. Penyempurnaan mielinasi (pembentukan
        mielin).

 

 

 
   

 

Sphingomyelin
       
dan Proses Mielinasi

      

 

      

             
        Sejumlah akson dari sel saraf dilindungi oleh suatu lapisan lemak yang
        dikenal sebagai mielin. Komponen utamanya adalah sphingomyelin
        dan metabolit sphingolipid lain (seperti cerebroside ,
        sulfatide dan ganglioside ). Mielin yang melindungi
        sebuah akson bisa terdiri dari 100 lapisan.    

      

 Mielin bekerja sebagai insulator untuk impuls saraf.
       
Zat ini juga mengontrol saltatory mode of
        conduction
(penghantaran impuls yang berloncat-loncat) pada kecepatan
        tinggi melalui Nodes of Ranvier (akson yang tidak terlindungi
        mielin). Penghantaran impuls semacam ini adalah proses yang cepat. Dan,
        akson bermielin menghantarkan impuls 50 kali lebih cepat daripada akson
          tak bermielin yang paling cepat.

      

Dewasa
        ini telah dipelajari bahwa sphingomyelin , salah satu jenis fosfolipid
        yang terkandung dalam makanan dan ASI, memainkan peran penting dalam proses
        mielinasi sistem saraf pusat.
Mielinasi sistem
        saraf pusat manusia dimulai ketika usia kehamilan 12-14 minggu pada bagian
        spinal cord, dan berlanjut hingga usia 30 tahun pada bagian
        cerebral cortex . Namun, perubahan paling cepat dan dramatis
        terjadi di antara pertengahan kehamilan dan diakhir tahun kedua setelah
        kelahiran.

      

Berbeda
        dengan jenis fosfolipid yang lain, sphingomyelin tidak mengandung
        gliserol, melainkan ceramide. Karena semua sphingolipid
       
dibuat dari ceramide , maka sphingomyelin dapat
        diklasifikasikan juga sebagai sphingolipid (Jumpsen & Clandinin,
        1995). Ceramide inilah selanjutnya yang akan membentuk cerebroside
       
, yaitu suatu marker universal myelinasi (pembentukan mielin)
        di dalam otak, dengan bantuan enzim UDP galactosytransferase .
        Mielin sistem saraf pusat mempunyai kandungan cerebroside yang
        tinggi dibandingkan dengan jaringan lainnya.

      

Studi
        terkini menunjukkan bahwa aktivitas enzim serine palmitoyltransferse (SPT)
        meningkat secara bertahap dari minggu ketiga sebelum kelahiran ( prenatal
       
) hingga minggu ketiga setelah kelahiran ( postnatal ) pada
        sistem saraf pusat tikus. Ketika mielinasi mulai berlangsung pada periode
        tersebut, diyakini bahwa aktivitas SPT yang bertambah sedikit demi sedikit
        merupakan faktor utama yang terlibat di dalam mielinasi.

      

Oshida
        et.al. dalam tulisannya Effects of dietary sphingomyelin on central nervous
        system myelination in developing rats. Pediatr. Res 53: 589-593 (2003)
        memberikan hipotesis bahwa cerebroside di mielin sistem saraf
        pusat dari tikus yang sedang berkembang otaknya kemungkinan terutama diperoleh
        dari sphingomyelin yang terkandung di dalam susu, yang dapat
        diubah menjadi ceramide dan kemudian cerebroside .
        Selanjutnya, mereka membutktikan bahwa cerebroside di mielin
          sistem saraf pusat, terutama diperoleh dari sphingomyelin
        diet (asupan luar) dengan kondisi eksperimental aktivitas SPT yang rendah,
        sehingga sphingomyelin diet memainkan peran yang penting dalam
        mielinasi sistem saraf pusat.

      

Jadi,
        berbeda dengan AA dan DHA yang berperan dalam pertumbuhan membran sel
        saraf dan pengaturan neurotransmitter, sphingomyelin berperan dalam proses
        mielinasi akson untukk membantu kinerja sel saraf dalam transmisi impuls
        saraf.
Menurut Dr. Arthur R. Jensen, ahli saraf
        dari Fakultas Ilmu Pendidikan Kedokteran di University of California,
        Amerika Serikat, kecepatan penghantaran pesan oleh sel-sel saraf seseorang
        merupakan salah satu faktor yang menunjukkan tingkat kecerdasannya.

      

 

 

 

Kebutuhan
  gizi

Bila melihat
  periode pacu tumbuh otak, maka sebagian besar percepatan tumbuh otak justru
  terjadi setelah si kecil lahir. Mulai saat itu, pemenuhan kebutuhan zat gizi
  dilakukan melalui pemberian ASI secara tunggal (ASI eksklusif) sejak hari pertamanya
  hingga usia enam bulan. Perlu diketahui, komposisi zat gizi di dalam ASI demikian
  sempurna untuk memenuhi kebutuhan zat gizi sesuai tahapan tumbuh kembang bayi,
  bahkan untuk bayi yang lahir prematur sekali pun.

Secara alami,
  ASI mengandung zat-zat gizi yang secara khusus diperlukan untuk menunjang proses
  tumbuh kembang otak. Zat-zat gizi tersebut antara lain:

 

• 
  Asam lemak esensial

ASI merupakan
  sumber asam lemak esensial (asam lemak   yang harus dipenuhi kebutuhannya
  dari luar   tubuh) , yaitu asam linoleat dan asam alfa-linolenat. Kedua
  asam lemak esensial ini di dalam tubuh bayi diubah menjadi DHA (asam dokosaheksanoat)
  dan AA (asam arakhidonat).

  Perlu
  diketahui, lipid (lemak) di dalam ASI terutama terdapat dalam bentuk trigeliserida
  (98-99%). Sedangkan sisanya, sebanyak 1-2%, adalah fosfolipid dan kolesterol.
  Komposisi dan kandungan lipid ASI sangat bervariasi bergantung dari tahapan
  laktasi dan asupan diet ibu. Lipid di dalam ASI berfungsi sebagai sumber energi.
  Selain itu, sebagian kecil lipid (lipid minor) berfungsi sebagai mikronutrien
  yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan otak. Lipid sebagai mikronutrien
  terutama terdapat dalam bentuk fosfolipid.

Fosfolipid
  ASI merupakan sumber
asam lemak tidak jenuh rantai
  panjang
( long chain polyunsaturated fatty acid
 
, LCPUFA), terutama AA dan DHA. Kandungan fosfolipid
  ASI   bervariasi sekitar 20-38 mg/100 ml, tergantung pada tahapan laktasi.
  Di dalam ASI, fosfolipid terdiri dari beberapa fraksi, berturut-turut dari yang
  paling dominan adalah: 1) sphingomyelin, 2) fosfatidylkolin, 3) fosfatidylethanolamin,
  4) fosfatidylserin, dan 5) fosfatidylinositol.

Menurut Gopalan
  dalam tulisannya Essential FA in Maternal and Infant Nutrition In Symposium
  “EFA and Human Nutrition and Health International Conference” in Shanghai, Cina
  (2002), mengatakan LCPUFA merupakan komponen yang    esensial selama
  periode perinatal, karena fetus dan bayi baru lahir tidak dapat mensintesis
  sejumlah AA dan DHA yang mencukupi dari prekursornya. Padahal, pada saat lahir
  dan masa awal kehidupan telah dihasilkan kurang lebih 6-10 ribu hubungan sinaps
  antar sel syaraf. Materi dasar untuk terbentuknya sinaps ini adalah adanya asam
  lemak esensial di dalam ASI. Oleh karena itu, perkembangan mental dan kecerdasan
  bergantung pada kecukupan suplai asam lemak esensial   dan LCPUFA pada
  tahap-tahap krusial tersebut.

Apabila   
  tubuh bayi mendapat DHA dalam jumlah yang mencukupi melalui ASI ibunya, maka
  proses pembentukan otak serta pematangan sel-sel saraf di dalam otaknya akan
  berjalan dengan baik. Semua proses itu terjadi pada waktu bayi tidur nyenyak.
 

Penelitian
  tentang hal tersebut telah dilakukan di University of Brisbane, Australia dengan
  memakan waktu 21 tahun dan melibatkan 3880 bayi. Hasil sementara dari penelitian
  ini yang dipublikasikan di United States Based Journal of Pediatrics and Child
  Health tahun 2001 lalu menunjukkan bahwa zat-zat gizI yang terkandung di dalam
  ASI membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga terhindar dari
  serangan penyakit-penyakit infeksi.

Dengan demikian,
  proses tumbuh kembang dapat berjalan dengan baik. Selain itu, kedekatan dan
  hubungan batin yang terjalin kuat antara ibu dan bayi ketika memberi ASI merangsang
  perkembangan kemampuan kognitif bayi.   Sedangkan kadar DHA di dalam ASI
  yang sesuai dengan kebutuhan tubuh bayi, memungkinkan proses plastisitas (proses
  pembentukan hubungan baru di antara sel-sel saraf) berjalan dengan optimal.
  Hal ini antara lain ditunjukkan dengan kecerdasan berbahasa yang baik serta
  IQ ( Intelegence Quotient ) yang tinggi.

 

• 
  Protein

Komponen
  dasar dari protein, yakni asam amino, terutama berfungsi sebagai pembentuk struktur
  otak. Beberapa jenis asam amino tertentu, yaitu taurin, triptofan, dan fenilalanin
  merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penghantar atau penyampaipesan ( neurotransmitter
 
). Di dalam ASI terkandung protein sekitar 1,2 gram per 100 ml.

 

• 
  Vitamin B kompleks

Beberapa
  jenis vitamin B yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak adalah ,vitamin B1,
  vitamin B6, dan asam folat (vitamin B9). Bila kebutuhannya tidak terpenuhi,
  maka akan timbul gangguan terhadap pertumbuhan dan fungsi otak dan sistem saraf.
 

 

• 
  Kholin

Senyawa ini
  merupakan pembentuk sejenis neurotransmitter yang disebut asetilkolin.
  Kholin juga merupakan bagian dari lesitin, yaitu suatu fosfolipid yang banyak
  terdapat di otak sebagai pembentuk membran (dinding) sel saraf.

 

• 
  Yodium, zat besi, dan zat seng

Yodium dibutuhkan
  untuk pembentukan hormon tiroksin (sejenis hormon yang diperlukan dalam pembentukan
  protein yang membantu proses tumbuh kembang otak). Zat besi dibutuhkan dalam
  proses pembentukan mielin. Zat besi disimpan di dalam berbagai jaringan otak
  selama 12 bulan pertama sejak bayi lahir. Seng merupakan bagian darai sekitar
  300   jenis enzim yang membantu pembelahan sel. Kekurangan zat seng di
  dalam otak dapat menyebabkan gangguan fungsi otak yang disebut ADHD (Attention
  Deficit Hyperactive Disorder).

 

Agar ASI
  mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh si kecil selama masa pemberian
  ASI eksklusif enam bulan, maka ibu harus mengkonsumsi makanan bergizi seimbang
  setiap hari. Ibu perlu menkonsumsi makanan-makanan yang kaya protein. Misalnya,
  ikan, daging, telur, tempe, tahu, dan susu skim. Ibu juga perlu makan lebih
  banyak sayur-sayuran dan buah-buahan.

Jika selama
  masa menyusui ibu tidak mendapatkan gizi yang diperlukan, persediaan zat-zat
  gizi dalam tubuhnya akan habis dipergunakan untuk memproduksi ASI. Akibatnya,
  selain kesehatan ibu terganggu, ASI-nya juga tidak akan cukup banyak. Kualitas
  ASI-nya pun tidak akan cukup baik, dan jangka waktu ibu untuk memproduksi ASI
  pun menjadi relatif singkat.

 

 

Dewi
  Handajani

http://www.ayahbunda-online.com/info_ayahbunda/info_detail.asp?id=Bayi&info_id=258


Menyapih selama 21 bulan, Menyusui dengan ASI, solusi tak tergantikan buat kecerdasan sang buah hati

September 7, 2006


Ternyata, memberi ASI bukan sekadar membuat kenyang bayi. Nutrien
khususnya membantu otak berkembang optimal. Sementara suasana yang
diciptakan akan membentuk anak jadi pribadi yang tangguh.

Anak sehat, cerdas, dan berkepribadian baik memang dambaan setiap
orang tua. Salah satu langkah awal penting untuk mewujudkannya adalah
pemberian makanan pertama dengan kualitas dan kuantitas optimal.
Soalnya gangguan gizi pada masa bayi dapat menghambat pertumbuhan otak,
yang tentu berpengaruh pada perkembangan kecerdasan bayi. Fakta-fakta
ilmiah membuktikan, bayi dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas bila
diberi air susu ibu (ASI) secara eksklusif pada 4 - 6 bulan pertama
kehidupannya.

"ASI eksklusif, lebih tepat disebut pemberian ASI secara eksklusif,
artinya hanya memberi ASI pada bayi," tutur dr. Utami Roesli SpA.MBA.
Bayi tak mendapat tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk,
madu, air teh, air putih, juga tanpa tambahan makanan padat seperti
pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, tim.

Siasati faktor lingkungan

Ada dua faktor yang mempengaruhi kecerdasan. Yang pertama adalah faktor
genetik atau bawaan dari orang tua. Faktor lain adalah lingkungan.
Faktor ini akan menunjang apakah faktor genetik bisa berkembang
optimal. Berbeda dengan faktor genetik yang tidak dapat direkayasa,
faktor lingkungan punya banyak sisi yang dapat dimanipulasi.

Secara garis besar ada tiga jenis faktor lingkungan yang dapat
mempengaruhi perkembangan kecerdasan. Di antaranya pertumbuhan fisik
biomedis otak. Untuk ini, nutrisi berperan sangat penting. Makanan
dengan kualitas kadar gizi dan kuantitas yang optimal akan mendukung
pertumbuhan otak yang optimal pula.

Selanjutnya, pertumbuhan emosi dan sosial yang mengutamakan
pemberian kasih sayang pada anak. Anak yang merasa disayangi akan mudah
menyayangi lingkungan. Ia pun mudah bersosialisasi serta menjalin
hubungan yang memuaskan.

Kebutuhan lain adalah stimulasi atau rangsangan sejak dini, bahkan
sejak janin dalam kandungan. Para ahli membuktikan, dengan pemberian
stimulasi terus-menerus sampai dua tahun, IQ anak pada usia 4 - 5 tahun
dapat ditingkatkan 15 - 30 poin.

Lompatan Pertumbuhan Otak

Kata cerdas selalu segera diasosiasikan dengan otak. Otak, salah satu
organ paling penting dalam tubuh manusia, tumbuh sangat cepat selama
kehamilan. Otak bayi terbentuk segera setelah pembuahan. Otak bayi
lahir telah mencapai pertumbuhan 25% dari otak dewasa, dan mengandung
100 miliar sel otak (neuron), kira-kira sebanyak bintang di Bima Sakti.

Di usia setahun, pertumbuhannya mencapai 70% dari otak dewasa, selain
itu 70 - 85% neuron yang ada sudah terbentuk secara lengkap. Di usia
tiga tahun, otak anak telah sebesar 90% otak dewasa.

Pada periode sejak terjadi konsepsi sampai bayi berusia setahun terjadi
pertumbuhan otak yang cepat yang dinamai Periode Lompatan Pertumbuhan
Otak atau Periode Pertumbuhan Otak Cepat (Brain Growth Spurt). Pada
periode ini neuron sangat peka dan sangat dipengaruhi oleh situasi
lingkungan. Maka periode ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk
meningkatkan kecerdasan anak.

Pertumbuhan otak terbagi atas dua stadium. Stadium pertama adalah
stadium pembentukan neuron, sedangkan stadium kedua adalah stadium
pembesaran dan pematangan neuron.

Para pakar membuktikan, segera setelah terjadi pembuahan, mekanisme
pembentukan neuron bekerja sangat cepat untuk menghasilkan neuron
berjumlah ratusan miliar. Pembentukan ini hanya berlangsung sampai usia
kehamilan 5 bulan, setelah itu neuron tak terbentuk lagi. Bila gizi ibu
hamil baik, di akhir stadium pertama akan terbentuk neuron muda yang
sangat banyak.

Setelah itu, pertumbuhan otak hanya mencakup pembesaran neuron yang
sudah terbentuk agar lebih lengkap dan kompleks. Cabang-cabang neuron,
dendrit dan axon, akan bertambah jumlah dan panjangnya. Selain itu,
terjadi penambahan hubungan antarsel. Di fase ini dengan sangat cepat
pula terjadi proses myelinisasi, atau proses pembalutan neuron oleh
myelin agar tidak terjadi arus pendek.

Gizi bayi yang baik dapat mempercepat pembentukan myelinisasi, apalagi
bila disertai rangsangan. Makin banyak rangsangan yang didapat, akan
makin banyak pula cabang neuron yang terbentuk. Maka, komunikasi antar
sel-sel otak juga akan baik. Rangsangan pada panca indra janin sangat
baik untuk menjaga agar otak tetap dapat tumbuh.

Nutrien khusus hanya dalam ASI

Mengingat perkembangan kecerdasan anak berkaitan erat dengan
pertumbuhan otak, maka faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan otak
bayi adalah nutrisi atau gizi yang diberikan. Terlebih pemberian
nutrisi pada Periode Lompatan Pertumbuhan Otak. Periode ini harus
dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena kesempatan macam ini tak akan
terulang lagi selama masa tumbuh kembang anak.

Usahakan bayi dapat menerima nutrisi dengan kualitas dan kuantitas
optimal untuk pertumbuhan otaknya. Kekurangan gizi pada Periode
Lompatan Pertumbuhan Otak akan menghambat atau mengganggu pertumbuhan
otak, yang berakibat akan kurang optimalnya perkembangan kecerdasan
anak. Bayi yang menderita kurang gizi berat di masa pertumbuhan otak
ini akan mengalami berkurangnya jumlah sel otak sebanyak 15 - 20%.

Namun syukurlah, alam telah membekali manusia dengan "obat" pencegah
gangguan gizi pada periode ini, yaitu ASI. Pemberian ASI secara
eksklusif sampai bayi berusia 4 - 6 bulan akan menjamin tercapainya
pertumbuhan otak secara optimal. Alhasil, pengembangan potensi
kecerdasan anak jadi optimal pula.

Selain nutrien ideal dengan komposisi yang tepat dan sesuai kebutuhan
bayi, ASI juga mengandung nutrien-nutrien yang perlu untuk otak bayi
agar tumbuh optimal.

Beberapa nutrien untuk pertumbuhan otak bayi di antaranya taurin,
yaitu suatu bentuk zat putih telur khusus, laktosa atau hidrat arang
utama dari ASI, dan asam lemak ikatan panjang - antara lain DHA dan AA
yang merupakan asam lemak utama dari ASI. Pada susu sapi
nutrien-nutrien khusus itu tidak ditemukan - misalnya taurin -,
kalaupun ada hanya sedikit sekali, seperti laktosa dan asam lemak
ikatan panjang.

ASI pun bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Sebenarnya bayi
sudah dibekali immunoglobulin (zat kekebalan tubuh) yang didapat dari
ibunya melalui plasenta. Tapi, segera setelah bayi lahir kadar zat ini
akan turun cepat sekali. Tubuh bayi baru memproduksi immunoglobulin
dalam jumlah yang cukup pada usia 3 - 4 bulan. Saat kadar
immunoglubolin bawaan menurun, sementara produksi sendiri belum
mencukupi, bisa muncul kesenjangan immunoglobulin pada bayi.

Di sinilah ASI berperan. Ia bisa menghilangkan atau setidaknya
mengurangi kesenjangan yang mungkin timbul. ASI mengandung zat
kekebalan tubuh yang mampu melindungi bayi dari berbagai penyakit
infeksi bakteri, virus, dan jamur. Bahkan Colostrum (cairan pertama
yang mendahului ASI) mengandung zat immunoglobulin 10 - 17 kali lebih
banyak dari ASI!

Fakta membuktikan, angka kematian dan angka terkena penyakit bayi
penerima ASI-eksklusif jauh lebih baik dibandingkan dengan bayi yang
tidak mendapat ASI-eksklusif.

Wajar bila anak yang sehat akan lebih berkembang kepandaiannya daripada anak yang sering sakit, apalagi bila sakitnya berat.

Memberikan rasa aman

Proses pemberian ASI eksklusif ternyata juga memenuhi kebutuhan awal kasih sayang dan emosi pada bayi.

Bayangkanlah bila Anda seorang janin dalam rahim. Anda merasa aman,
terlindungi, dan hangat, dalam ruang gerak terbatas didekap oleh
dinding rahim (skin to skin contact), serta dibelai oleh hangatnya
cairan ketuban. Belum lagi terdengar dendang bunyi detak jantung serta
gerakan pernapasan ibu yang ritmis menenangkan.

Tiba-tiba Anda "terlempar" ke ruangan tanpa batas gerak, dingin, tanpa
belaian dan dekapan ibu. Di dunia yang dingin ini, seketika lenyap pula
bunyi detak jantung serta gerakan pernapasan ibu, digantikan oleh suara
dan bunyi hiruk pikuk.

Perubahan suasana yang tak menyenangkan itu tidak akan
berlarut-larut menghantui bayi, bila ia mendapat ASI secara eksklusif.
Ia akan sering dalam dekapan ibu saat menyusu, mendengar detak jantung
ibu, dan gerakan pernapasan ibu yang telah dikenalnya. Ia juga akan
sering merasakan situasi seperti saat dalam kandungan: terlindung, aman
dan tenteram.

"Untuk mencapai kondisi itu kini di Barat mulai dilakukan metode
menempatkan ibu seranjang dengan bayinya, seperti cara ‘kelonan’
masyarakat kita," ujar Utami.

Jalinan kasih sayang yang baik adalah landasan terciptanya keadaan
yang disebut secure attachment. Anak yang tumbuh dalam suasana aman
akan menjadi anak yang berkepribadian tangguh, percaya diri, mandiri,
peduli lingkungan dan pandai menempatkan diri.

Pemberian ASI secara eksklusif juga memenuhi kebutuhan awal
stimulasi. Saat menyusui umumnya ibu-ibu akan membelai, bicara,
bernyanyi pada si bayi. Lirik lagu akan merangsang otak bagian kiri
sedangkan melodinya akan merangsang otak sebelah kanan. Belum lagi
sentuhan dan usapan tangan ibu. Inilah stimulasi awal bagi anak. Para
ahli membuktikan, bayi yang mendapat ASI eksklusif mempunyai
perbendaharaan kata-kata yang secara bermakna lebih banyak.

Hasil penelitian terhadap 1.000 bayi prematur membuktikan,
bayi-bayi prematur yang mendapat ASI eksklusif mempunyai IQ lebih
tinggi secara bermakna yaitu 8,3 poin lebih tinggi.

Sementara penelitian Dr. Riva dkk. menunjukkan anak-anak usia 9,5 tahun
yang ketika bayi mendapat ASI eksklusif, ditemukan memiliki IQ mencapai
12,9 poin lebih tinggi.

Ayah pun mengganti popok

Namun memberikan ASI ekslusif memang memerlukan tekad kuat seorang ibu.
Misalnya, kemampuan ibu untuk menyusui sangat dipengaruhi oleh keadaan
emosi. Keadaan tegang dan depresif akan berakibat turunnya refleks
penyaluran susu, yaitu refleks yang bertugas mengalirkan ASI dari
pabrik susu (mammary alveolus) ke gudang susu (sinus lactiferous).
Maka, bayi bisa kelaparan kekurangan ASI.

Sebaliknya kondisi tenang akan berpengaruh positif bagi produksi ASI.
"Di sinilah pentingnya dukungan suami, terutama dalam menghadapi
pihak-pihak yang dapat melemahkan semangat ibu dalam upaya pemberian
ASI eksklusif," tutur Utami yang aktif mengkampanyekan pemberian ASI
ekslusif.

http://www.gizi.net/forums/viewtopic.php?p=2033&sid=f3cb1442fe3e4b74185bfbb467dfdb08

Ada banyak hal yang dapat dilakukan seorang ayah. Di antaranya
menunjukkan pada si ibu persetujuan dan kegembiraannya akan pilihan
untuk memberikan ASI eksklusif, atau menunjukkan pada semua orang ia
sangat mendukung upaya pemberian ASI. Dukungan praktis lainnya seperti
membantu ibu merawat bayi, apakah mengganti popok, mensendawakan bayi
setelah selesai menyusu, menggendong, memandikan, memijat bayi secara
teratur, atau memberi ASI perah pada si bayi bila ibu bekerja.

Ibu bekerja pun tidak perlu berhenti memberi ASI secara eksklusif
selama sedikitnya 4 bulan, kalau bisa 5 bulan, meski cuti hamil cuma 3
bulan. Selama ibu tidak di rumah, bayi mendapat ASI perah yang telah
diperah sehari sebelumnya. ASI perah tahan selama 24 jam di dalam
termos es yang diberi es batu atau lemari es. Dengan penanganan yang
benar tak ada beda antara kualitas maupun kuantitas ASI dari ibu yang
bekerja dengan ibu yang tidak bekerja.

"Tapi, ia harus tahu cara yang benar dalam mengosongkan payudara.
Bagi yang kesulitan memproduksi ASI, harus dicari pokok penyebabnya,
karena masalah-masalah itu selalu bisa dicari jalan keluarnya," tutur
dokter sambil menunjukkan foto pasiennya yang meski berbadan mungil
namun sangat berlimpah produksi ASI-nya. Ia menambahkan, di antara
sejumlah wanita yang mengaku tak bisa memproduksi ASI sebenarnya hanya
sebagian kecil yang benar-benar mengalami masalah serius. Sementara
pada sebagian besar lainnya masalah itu teratasi dengan informasi
tentang teknik menyusui yang benar dan faktor-faktor penyebab
terhambatnya produksi ASI.

Maka tempat ibu bekerja mutlak memberikan kemudahan, misalnya dengan
memberikan sarana ruangan untuk memerah ASI, dan izin waktu untuk dapat
memerah ASI. Tempat kerja yang memberi kemungkinan bagi karyawatinya
untuk dapat berhasil menyusui secara eksklusif disebut Tempat Kerja
Sayang Ibu.

Pemberian ASI, terutama eksklusif, tidak hanya bermanfaat bagi bayi,
tapi juga ibu, ayah, perusahaan tempat ibu bekerja dan bagi bangsa.
(*/Sht/Intisari)


efek suara terhadap air?

September 6, 2006

Rahasia Air

Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup."
(Q.S. Al Anbiya:30)

Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan
bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di
Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama
dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku
air.

Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan
secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di
laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron
dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air
membentuk kristal segi enam yang indah.

Percobaan diulangi dengan membacakan kata, "Arigato
(terima kasih dalam bahasa Jepang)" di depan botol air
tadi.

Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba
dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato".
Kristal membentuk dengan keindahan y ang sama.

Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal
berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart,
kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy
metal diperdengarkan, kristal hancur.

Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan
"peace" di depan sebotol air, kristal air tadi
mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan
ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi
enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan.
Subhanallah. 

Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan
percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis,
Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar
PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada
bulan Maret 2005 lalu.

Ternyata air bisa "m endengar" kata-kata, bisa
"membaca" tulisan, dan bisa "mengerti" pesan. Dalam
bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto
menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan,
seperti pita magnetik atau compact disk.

Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam
pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi
melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini
bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa
menyembuhkan si sakit.

Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita
anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air
itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu
vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada
di tubuh si sakit.

Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5%
air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung
22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari
didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak  yang
meminu mnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami
yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di
tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh
darah.

Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh
tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota
didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah
semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan
tidak beringas.

Rasulullah saw. bersabda, "Zamzam lima syuriba lahu",
"Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang
meminumnya". Barangsiapa minum supaya kenyang, dia
akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan
sakit, dia akan sembuh.

Subhanallah … Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat
karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama
ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.

Bila kita renungkan berpuluh ayat A l Quran tentang
air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu
menarik perhatian kita kepada air.

Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan
kekuatan, daya rekam,  daya penyembuh, dan sifat-sifat
aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam
adalah agama yang paling melekat dengan air.

Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis
bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib
dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh
memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar.

Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih
perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara
mubazir, bahkan kita cemari.

Astaghfirullah.

Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim
harus  melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al
Quran dan hadis.

Wallahu a’lam …

forward dari teman


stroke,,, siapa takut

September 6, 2006

Subject: GEJALA STROKE

 

GEJALA
STROKE

Sewaktu pesta barbeque, seorang teman terjatuh - dia meyakinkan
semua
orang yang datang kalau dia tidak apa-apa dan katanya hanya
tersandung
batu bata karena sepatu barunya (padahal mereka menawarkan
memanggil
paramedik).

Mereka membantunya membersihkan diri dan
mengambilkan piring makanan
baru. Meskipun terlihat sedikit terguncang,
Ingrid meneruskan menikmati
sore itu.

Malamnya, suami Ingrid menelpon
memberitahukan semua orang bahwa
istrinya telah dibawa ke rumah sakit -
(pukul 6 sore besoknya, Ingrid
meninggal).

Dia mendapat serangan
stroke pada pesta barbeque.

Kalau saja mereka tahu bagaimana mengenali
tanda-tanda stroke mungkin
Ingrid masih bersama kita hari ini.

Hanya
membutuhkan satu menit untuk membaca ini.

Seorang ahli syaraf mengatakan
bahwa kalau dia bisa menolong seorang
korban stroke dalam waktu 3 jam sejak
serangan tersebut, dia bisa
membalikkan pengaruh stroke…. secara total! Dia
mengatakan bahwa
triknya adalah mengenali dan mendiagnosa stroke dalam waktu
3 jam sejak
serangan, yang sebenarnya merupakan hal yang
sulit.

MENGENALI STROKE
Puji syukur atas indera yang dapat mengingat
TIGA hal berikut.
Baca dan pelajarilah!

Kadang-kadang gejala stroke
sulit dikenali. Sayangnya, kurangnya
kewaspadaan dapat mendatangkan bencana.
Korban stroke dapat menderita
kerusakan otak sewaktu orang-orang yang ada
disekitarnya pada saat
kejadian gagal mengenali gejala-gejala
stroke.

Sekarang banyak dokter mengatakan bahwa orang di sekitar korban
dapat
mengenali gejala stroke dengan menanyakan tiga pertanyaan
sederhana
ini:

1. Minta orang tersebut untuk TERSENYUM.
2. Minta
orang tersebut untuk MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA.
3. Minta orang tersebut
untuk MENGUCAPKAN SEBUAH KALIMAT SEDERHANA
(yang masuk akal), contoh: "Hari
ini cerah." Blablabla… .

Bila orang tersebut tidak bisa melakukan
apa yang kita minta diatas
atau
salah satunya segera bawa ke rumah sakit
terdekat untuk mendapatkan
pertolongan pertama selanjutnya.

Seorang
kardiolog berkata kalau setiap orang yang mendapatkan
e-mail
ini
mengirimkannya kembali ke 10 orang, kau bisa bertaruh bahwa
setidaknya
satu nyawa akan diselamatkan.

Jadilah seorang sahabat dan
bagikan artikel ini dengan sebanyak mungkin
ke temanmu, kau bisa saja
menyelamatkan nyawa mereka.

forward dari teman


jihad bil’ilmi

September 4, 2006

JIHAD DALAM ISLAM

Oleh
Ibnul Qoyyim
Rahimahullah

Jihad merupakan tulang punggung dan kubah Islam.
Kedudukan orang-orang yang berjihad amatlah tinggi di surga, begitu juga di
dunia. Mereka mulia di dunia dan di akhirat. Rasulullah adalah orang yang paling
tinggi derajatnya dalam jihad. Beliau telah berjihad dalam segala bentuk dan
macamnya. Beliau berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad, baik
dengan hati, dakwah, keterangan (ilmu), pedang dan senjata. Semua waktu beliau
hanya untuk berjihad dengan hati, lisan dan tangan beliau. Oleh karena itulah,
beliau amat harum namanya (di sisi manusia-pent) dan paling mulia di sisi
Allah.

Allah memerintahkan beliau untuk berjihad semenjak beliau diutus
sebagai Nabi, Allah berfirman

"Dan andaikata Kami menghendaki,
benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan
(rasul). Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah
terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar." [Al-Furqon :
51-52]

Surat ini termasuk surat Makiyah yang didalamnya terdapat perintah
untuk berjihad melawan orang-orang kafir dengan hujjah dan keterangan serta
menyampaikan Al-Qur’an. Demikian juga, jihad melawan orang-orang munafik dengan
menyampaikan hujjah karena mereka sudah ada dibawah kekuasaan kaum muslimin,
Allah ta’ala berfirman :

"Artinya : Hai Nabi, berjihadlah (melawan)
orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap
mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang
seburuk-buruknya." [At-Taubah : 73]

Jihad melawan orang-orang munafik
(dengan hujjah-pent) lebih sulit daripada jihad melawan orang-orang kafir
(dengan pedang-pent), karena (jihad dengan hujjah-pent) hanya bisa dilakukan
orang-orang khusus saja yaitu para pewaris nabi (ulama). Yang bisa
melaksanakannya dan yang membantu mereka adalah sekelompok kecil dari manusia.
Meskipun demikian, mereka adalah orang-orang termulia di sisi
Allah.[2]

Termasuk semulia-mulianya jihad adalah mengatakan kebenaran
meski banyak orang yang menentang dengan keras seperti menyampaikan kebenaran
kepada orang yang dikhawatirkan gangguannya. Oleh karena inilah, para Rasul
-sholawatullahi ‘alaihim wa salaamuhu- termasuk yang paling
sempurna

Jihad melawan musuh-musuh Allah diluar (kaum muslimin) termasuk
cabang dari jihadnya seorang hamba terhadap dirinya sendiri (hawa nafsu) di
dalam ketaatan kepada Allah, sebagaimana yang disabdakan Nabi :

"Artinya
: Mujahid adalah orang yang berjihad melawan dirinya dalam mentaati Allah dan
Muhajir adalah orang yang berhijrah dari apa yang dilarang Allah" [Hadits
Riwayat Ahmad dan sanadnya jayyid/baik]

Oleh sebab itu, jihad terhadap
diri sendiri lebih didahulukan daripada jihad melawan orang-orang kafir dan hal
tersebut merupakan pondasinya. Seorang hamba jika tidak berjihad terhadap
dirinya sendiri dalam mentaati perintah Allah dan meninggalkan apa yang dilarang
dengan ikhlas karena-Nya, maka bagaimana mungkin dia bisa berjihad melawan
orang-orang kafir[3]. Bagaimana dia bisa melawan orang-orang kafir sedangkan
musuh (hawa nafsu) nya yang berada disamping kiri dan kanannya masih
menguasainya dan dia belum berjihad melawannya karena Allah. Tidak akan mungkin
dia keluar berjihad melawan musuh (orang-orang kafir) sehingga dia mampu
berjihad melawan hawa nafsunya untuk keluar berjihad.[4]

Kedua musuh itu
adalah sasaran jihad seorang hamba. Tapi masih ada yang ketiga, yang dia tidak
mungkin berjihad melawan keduanya kecuali setelah mengalahkan yang ketiga ini.
Dia (musuh yang ketiga ini) selalu menghadang, menipu dan menggoda hamba agar
tidak berjihad melawan hawa nafsunya. Dia senantiasa mengambarkan kepada seorang
hamba bahwa berjihad melawan hawa nafsu amatlah berat dan harus meninggalkan
kelezatan dan kenikmatan (dunia). Tidak mungkin dia berjihad melawan kedua
musuhnya tadi kecuali terlebih dahulu berjihad melawannya. Oleh karenanya, jihad
melawannya adalah pondasi dalam berjihad melawan keduanya. Musuh yang ketiga itu
adalah setan, Allah ta’ala berfirman :

"Artinya : Sesungguhnya syaitan
itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu)" [Faathir :
6]

Perintah untuk menjadikan setan sebagai musuh merupakan peringatan
agar (seorang hamba) mengerahkan segala kekuatan dalam memeranginya, karena
musuh tersebut tidak pernah lelah dan lemah untuk menyesatkan manusia sepanjang
masa.

(Kemudian beliau berkata -pent) Jika hal diatas sudah dimengerti
maka jihad terbagi menjadi empat tahapan [5]:

[1]. Jihad melawan diri
sendiri (hawa nafsu), dan hal ini terbagi lagi menjadi empat tingkatan

a.
Berjihad dalam menuntut ilmu agama yang tidak akan ada kebahagiaan di dunia dan
di akhirat kecuali dengannya. Barangsiapa yang ketinggalan ilmu agama maka dia
akan sengsara di dunia dan di akhirat.

b. Berjihad dalam mengamalkan ilmu
yang dia pelajari, karena ilmu tanpa amal jika tidak memadharatkannya, minimal
ilmunya tidak bermanfaat.

c. Berjihad dalam dakwah (menyeru manusia)
kepada ilmu tersebut dan mengajarkannya kepada yang tidak tahu. Jika tidak, maka
dia termasuk orang yang menyembunyikan ilmu yang telah diturunkan Allah dan
tidak akan bermanfaat ilmunya serta dia tidak akan selamat dari adzab
Allah.

d. Berjihad dalam bersabar menghadapi rintangan di jalan dakwah
serta gangguan manusia karena Allah.

Jika seorang hamba telah
menyempurnakan keempat tingkatan ini, maka dia tergolong Robbaaniyyiin
(orang-orang Robbani). Para salaf dahulu telah sepakat bahwa seorang alim tidak
bisa dikatakan Robbani hingga dia tahu kebenaran, lalu mengamalkan dan
mengajarkannya. Barangsiapa yang mengetahui (kebenaran) lalu dia mengamalkan dan
mengajarkannya, maka dia akan tersanjung dikalangan para penghuni
langit.

[2]. Jihad melawan setan, dan hal ini terbagi menjadi 2 bagian
:

a. Berjihad dalam menolak syubhat (kerancuan) dan keraguan dalam
keimanan
b. Berjihad dalam menolak bisikan syahwat Jihad yang pertama akan
melahirkan keyakinan dan jihad yang kedua akan menghasilkan kesabaran Allah
ta’ala berfirman :

"Artinya : Dan Kami jadikan di antara mereka itu
pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka
sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami." [As-Sajdah : 24]

Allah
ta’ala mengkabarkan bahwa kepemimpinan dalam agama dapat diperoleh hanya dengan
kesabaran dan keyakinan. Kesabaran dapat menolak nafsu syahwat serta keinginan
jelek sedangkan keyakinan bisa menolak keraguan serta kerancuan.

[3].
Jihad melawan orang-orang kafir dan munafik. Hal ini meliputi empat hal : jihad
dengan hati, lisan, harta dan jiwa raga. Berjihad melawan orang-orang kafir
lebih dikhususkan dengan tangan dan berjihad melawan orang-orang munafik lebih
dikhususkan dengan lisan.

[4]. Jihad melawan orang-orang dzolim, ahli
bid’ah, dan pembuat kemungkaran. Hal ini memiliki tiga tahapan. Dengan tangan
bila mampu, jika tidak maka pindah dengan lisan dan jika tidak mampu juga maka
dengan hati.
Inilah tiga belas tahapan dalam jihad dan (Barangsiapa yang
mati dan tidak berjihad serta tidak pernah membisikkan dalam dirinya untuk
berjihad maka dia mati dalam cabang kemunafikan) [6]

Dan tidak akan
sempurna jihad melainkan dengan hijrah dan tidak ada hijrah serta jihad tanpa
keimanan [7]. Orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah adalah orang-orang yang
menjalankan ketiga hal tersebut, Allah ta’ala berfirman

"Artinya :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad
di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang." [Al-Baqoroh : 218]

Sebagaimana keimanan adalah
kewajiban bagi setiap orang, maka diwajibkan pula kepada mereka dua hijrah di
setiap saat :

[1]. Berhijrah kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya,
ikhlas, bertobat, tawakkal, mengharap, dan cinta kepada-Nya.

[2].
Berhijrah kepada Rasul-Nya dengan mengikuti sunnah beliau, tunduk kepada
perintah beliau, membenarkan kabar yang beliau sampaikan serta mendahulukan
perintah beliau daripada perintah yang lainnya. Nabi bersabda yang artinya
:

"Artinya : Barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya maka
hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah kepada
dunia atau perempuan yang hendak dinikahinya maka hijrohnya kepada apa yang dia
niatkan".[8]

Perintah untuk jihad melawan hawa nafsu dalam mentaati Allah
dan jihad melawan setan adalah fardhu ain yang tidak bisa diwakilkan kepada
seorangpun. Adapun jihad melawan orang-orang kafir dan munafik adalah fardhu
kifayah.

[Diterjemahkan dari kitab Zaadul Ma’aad Fii Hadyi Khoiril Ibaad
3/5 – 11, Penulis Ibnul Qoyyim Rahimahullah, Penerjemah Abu Abdirrahman bin
Thayyib As-Salafy Lc, copyright salafindo.com. Disalin ulang dari Majalah
Adz-Dzakirah Al-Islamiyyah Edisi 17 ThIV/Dzulqa’dah 1426H/Desember 2005M.
Diterbitkan Oleh Ma’had Ali-Al-Irsyad Surabaya, Jl Sultan Iskandar Muda 46
Surabaya]
________
Foot Note
[1]. Kami terjemahkan dari kitab "Zaadul
ma aad fii hadyi khoiril ibaad" 3/5-11 oleh Ibnul Qoyyim, tapi ada sebagian yang
kami anggap tidak perlu diterjemahkan (hal 6-8) agar tidak terlalu panjang. Dan
kami hadiahkan terjemahan ini kepada mereka yang selalu meneriakkan kata jihad
dengan senjata (pengeboman), yang senantiasa mengajak umat untuk memberontak
penguasa dengan nama jihad, yang menuduh para ulama Dakwah Salafiyah tidak
berjihad dan menihilkan jihad. Insya Allah pada edisi berikutnya kita akan
membahas tentang kaidah-kaidah dalam berjihad agar jihadnya seorang muslim
didasari oleh ilmu bukan hawa nafsu maupun kejahilan yang diiringi semangat yang
terlalu menggebu hingga lebih banyak merusak daripada membangun, seperti yang
dikatakan oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz “Barangsiapa yang beribadah kepada
Allah tanpa ilmu maka dia banyak merusak daripada memperbaiki” (pent)
[2].
Dari keterangan Ibnul Qoyyim v ini, masihkah ada orang yang mencela dan mencaci
maki para ulama, karena mereka belum pernah mengangkat pedang dan hanya bisa
mengajarkan Al-Qur’an dan sunnah di masjid-masjid ??? Ataukah justru mereka akan
menvonis bahwa Ibnul Qoyyim menihilkan jihad ? (pent)
[3]. Diantaranya dengan
berjihad menuntut ilmu agama yang benar sesuai dengan pemahaman salafush sholeh
serta menghilangkan kebodohan dalam dirinya terutama dalam masalah aqidah.
(pent)
[4]. Adapun hadits yang berbunyi "Kita telah kembali dari jihad kecil
kepada jihad besar" maka hadits ini tidak shohih. Lihat "Kasyful khofa "1/424.
(pent)
[5]. Dari sini terlihat jelas kesalahan sebagian orang yang hanya
menyempitkan arti jihad dengan jihad melawan orang-orang kafir dengan senjata.
(pent)
[6].Hadits Riwayat .Muslim (1910).
[7]. Tidakkah mereka yang selalu
mengembar-ngemborkan jihad melawan orang-orang kafir Yahudi maupun Nashoro
memahami hal ini ? Mereka menyeru umat untuk berjihad siang dan malam sedangkan
banyak dari umat Islam ini yang masih rusak aqidah dan keimanannya. Akankah
mereka terus meneriakkan jihad di tengah kaum muslimin sedangkan kesyirikan,
penyembahan terhadap wali-wali, sunan-sunan serta kyai-kyai yang telah meninggal
di pelupuk mata mereka ??? Apakah mereka sengaja menutup mata ? Mengapa mereka
tidak mau dan enggan untuk memulai dan menfokuskan dakwah mereka terlebih dahulu
kepada dakwah Tauhid dan memberantas kesyirikan seperti yang dilakukan
Rasulullah ? Apakah mereka menganggap metode yang mereka jalankan lebih baik
dari metode dakwahnya Rasul dan para rasul-rasul lainnya ??? (pent)
[8].
Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim.

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1811&bagian=0


hadits lemah tentang bulan romadlon?

September 4, 2006

HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN
RAMADHAN

Oleh
Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly
Syaikh Ali Hasan
Ali Abdul Hamid

Kami menilai perlunya dibawakan pasal
ini pada kitab kami, karena adanya sesuatu yang teramat penting yang tidak
diragukan lagi sebagai peringatan bagi manusia, dan sebagai penegasan terhadap
kebenaran, maka kami katakan :

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menetapkan
sunnah Nabi secara adil, (untuk) memusnahkan penyimpangan orang-orang sesat dari
sunnah, dan mematahkan ta’wilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap
kepalsuan para pemalsu sunnah.

Sejak bertahun-tahun sunnah telah
tercampur dengan hadits-hadits yang dhaif, dusta, diada-adakan atau lainnya. Hal
ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan
dan keterangan yang sempurna.

Orang yang melihat dunia para penulis dan
para pemberi nasehat akan melihat bahwa mereka -kecuali yang diberi rahmat oleh
Allah- tidak memperdulikan masalah yang mulia ini walau sedikit perhatianpun
walaupun banyak sumber ilmu yang memuat keterangan shahih dan menyingkap yang
bathil.

Maksud kami bukan membahas dengan detail masalah ini, serta
pengaruh yang akan terjadi pada ilmu dan manusia, tapi akan kita cukupkan
sebagian contoh yang baru masuk dan masyhur dikalangan manusia dengan sangat
masyhurnya, hingga tidaklah engkau membaca makalah atau mendengar nasehat
kecuali hadits-hadits ini -sangat disesalkan- menduduki kedudukan tinggi. (Ini
semua) sebagai pengamalan hadits : "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat …"
[Riwayat Bukhari 6/361], dan sabda beliau : "Agama itu nasehat" [Riwayat Muslim
no. 55]

Maka kami katakan wabillahi taufik :

Sesungguhnya
hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali, hingga mereka hampir
tidak pernah menyebutkan hadits shahih -walau banyak-yang bisa menghentikan
mereka dari menyebut hadits dhaif.

Semoga Allah merahmati Al-Imam
Abdullah bin Mubarak yang mengatakan : "(Menyebutkan) hadits shahih itu
menyibukkan (diri) dari yang dhaifnya".

Jadikanlah Imam ini sebagai suri
tauladan kita, jadikanlah ilmu shahih yang telah tersaring sebagai jalan (hidup
kita).

Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan
(sebagai dalil) di kalangan manusia di bulan Ramadhan,
diantaranya.

Pertama.

"Artinya : Kalaulah seandainya kaum
muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan, niscaya umatku akan berangan-angan
agar satu tahun Ramadhan seluruhnya. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan
dari awal tahun kepada tahun berikutnya ….
" Hingga akhir hadits
ini.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no.886) dan Ibnul Jauzi
di dalam Kitabul Maudhuat (2/188-189) dan Abu Ya’la di dalam Musnad-nya
sebagaimana pada Al-Muthalibul ‘Aaliyah (Bab/A-B/tulisan tangan) dari jalan
Jabir bin Burdah dari Abu Mas’ud al-Ghifari.

Hadits ini maudhu’ (palsu),
penyakitnya pada Jabir bin Ayyub, biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam
Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata : "Mashur dengan kelemahannya". Juga
dinukilkan perkataan Abu Nua’im, " Dia suka memalsukan hadits", dan dari
Bukhari, berkata, "Mungkarul hadits" dan dari An-Nasa’i, "Matruk" (ditinggalkan)
haditsnya".

Ibnul Jauzi menghukumi hadits ini sebagai hadits palsu, dan
Ibnu Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya, "Jika haditsnya shahih, karena
dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub
Al-Bajali".

Kedua.

"Artinya :Wahai manusia, sungguh bulan yang
agung telah datang (menaungi) kalian, bulan yang di dalamnya terdapat suatu
malam yang lebih baik dari seribu bulan, Allah menjadikan puasa (pada bulan itu)
sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah.
Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan)
suatu kebaikan, maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara yang wajib pada
bulan yang lain …. Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya
ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka ….
" sampai
selesai.

Hadits ini juga panjang, kami cukupkan dengan membawakan
perkataan ulama yang paling masyhur. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah
(1887) dan Al-Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al-Asbahani dalam At-Targhib
(q/178, b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad’an dari Sa’id bin
Al-Musayyib dari Salman.

Hadits ini sanadnya Dhaif, karena lemahnya Ali
bin Zaid, berkata Ibnu Sa’ad, Di dalamnya ada kelemahan dan jangang berhujjah
dengannya, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Tidak kuat, berkata Ibnu Ma’in. Dha’if
berkata Ibnu Abi Khaitsamah, Lemah di segala penjuru, dan berkata Ibnu
Khuzaimah, Jangan berhujjah dengan hadits ini, karena jelek hafalannya. Demikian
di dalam Tahdzibut Tahdzib [7/322-323].

Dan Ibnu Khuzaimah berkata
setelah meriwayatkan hadits ini, Jika benar kabarnya. berkata Ibnu Hajar di
dalam Al-Athraf, Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jad’an, dan dia lemah,
sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As-Suyuthi di dalam Jami’ul Jawami (no.
23714 -tertib urutannya).

Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di
dalam Illalul Hadits (I/249), hadits yang Mungkar

Ketiga.

"Artinya
: Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat"

Hadits tersebut merupakan
potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al-Kamil (7/2521) dari jalan
Nahsyal bin Sa’id, dari Ad-Dhahak dari Ibu Abbas. Nashsyal (termasuk) yang
ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad-Dhahhak tidak mendengar dari Ibnu
Abbas.

Diriwayatkan oleh At-Thabrani di dalam Al-Ausath (1/q
69/Al-Majma’ul Bahrain) dan Abu Nu’aim di dalam At-Thibun Nabawiy dari jalan
Muhammad bin Sulaiman bin Abi Dawud, dari Zuhair bin Muhammad, dari Suhail bin
Abi Shalih dari Abu Hurairah.

Dan sanad hadits ini lemah. Berkata Abu
Bakar Al-Atsram, "Aku mendengar Imam Ahmad -dan beliau menyebutkan riwayat
orang-orang Syam dari Zuhair bin Muhammad- berkata, "Mereka meriwayatkan darinya
(Zuhair,-pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam, -pent) yang dhoif itu".
Ibnu Abi Hatim berkata, "Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar
daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak, karena jeleknya hafalan dia".
Al-Ajalaiy berkata. "Hadits ini tidak membuatku kagum", demikianlah yang
terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/417).

Aku katakan : Dan Muhammad bin
Sulaiman Syaami, biografinya (disebutkan) pada Tarikh Damasqus (15/q 386-tulisan
tangan) maka riwayatnya dari Zuhair sebagaimana di naskhan oleh para Imam adalah
mungkar, dan hadits ini darinya.

Keempat

"Artinya : Barangsiapa
yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tidak pula
karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat mencukupinya walaupun ia
berpuasa pada satu tahun penuh
"
Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan
mu’allaq dalam shahih-nya (4/160-Fathul Bari) tanpa sanad.

Ibnu Khuzaimah
telah memasukkan hadits tersebut di dalam Shahih-nya (19870), At-Tirmidzi (723),
Abu Dawud (2397), Ibnu Majah (1672) dan Nasa’i di dalam Al-Kubra sebagaimana
pada Tuhfatul Asyraaf (10/373), Baihaqi (4/228) dan Ibnu Hajjar dalam Taghliqut
Ta’liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapaknya dari Abu
Hurairah.

Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari (4/161) : "Dalam hadits
ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang
banyak, hingga kesimpulannya ada tiga penyakit : idhthirah (goncang), tidak
diketahui keadaan Abil Muthawwas dan diragukan pendengaran bapak beliau dari Abu
Hurairah".

Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkannya :Jika khabarnya
shahih, karena aku tidak mengenal Abil Muthawwas dan tidak pula bapaknya, hingga
hadits ini dhaif juga:.

Wa ba’du : Inilah empat hadits yang didhaifkan
oleh para ulama dan di lemahkan oleh para Imam, namun walaupun demikian kita
(sering) mendengar dan membacanya pada hari-hari di bulan Ramadhan yang
diberkahi khususnya dan selain pada bulan itu pada umumnya.

Tidak menutup
kemungkinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yang benar,
yang sesuai dengan syari’at kita yang lurus baik dari Al-Qur’an maupun Sunnah,
akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh kita sandarkan kepada
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan terlebih lagi -segala puji hanya
bagi Allah- umat ini telah Allah khususkan dengan sanad dibandingkan dengan
umat-umat yang lain. Dengan sanad dapat diketahui mana hadits yang dapat
diterima dan mana yang harus ditolak, membedakan yang shahih dari yang jelek.
Ilmu sanad adalah ilmu yang paling rumit, telah benar dan baik orang yang
menamainya : "Ucapan yang dinukil dan neraca pembenaran
khabar"
.

[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi
wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid,
terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak
Ata]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1159&bagian=0


masihkah kita mau minum berdiri

September 4, 2006

Efek Minum Berdiri (Dari milist tetangga)
.

Semalam (20/8/06) saya ikut kajian kesehatan akupuntur
yang diadakan salah satu ahli akupuntur.

Saya baru sadar, mengapa Rasulullah melarang ummatnya
minum berdiri. Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu
minum berdiri”

Ini dibuktikan dari segi kesehatan. Air yang masuk
dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer.

Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang
bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan
menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan
pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah.
Jika kita minum berdiri. Air yang kita minum tanpa
disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih.

Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi
pengendapan disaluran ureter. Karena banyak
limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa
menyebabkan penyakit kristal ginjal.

Salah satu
penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu
penyebabnya.

Cara mengatasinya :
1. biasakan minum duduk.

                               2. banyak minum air putih.

Sekarang, apakah kita masih mau minum berdiri?

Sumber ;
http://bangdha. multiply. com/journal/ item/14?last_ read=1&mark_ read=bangdha: journal:14

Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
———— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— —-
ASRULDIN AZIS
HP : 0817334401
Email : asruldin_azis@ yahoo.com
ELektro FTI Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya


ternyata derajat hadits mengenai puasa itu dho’if?

September 4, 2006

DERAJAT HADITS-HADTS TENTANG BACAAN WAKTU BERBUKA PUASA DAN
KELEMAHAN BEBERAPA HADITS TENTANG KEUTAMAAN/FADLILAH FADHILAH
PUASA

oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir
Abdat

Dibawah ini akan saya turunkan beberapa hadits tentang
dzikir atau do’a di waktu berbuka puasa Kemudian akan saya terangkan satu
persatu derajatnya sekalian. Maka, apa-apa yang telah saya lemahkan (secara ilmu
hadits) tidak boleh dipakai atau diamalkan lagi, dan mana yang telah saya
nyatakan syah (shahih atau hasan) bolehlah saudara-saudara amalkan. Kemudian
saya iringi dengan tambahan keterangan tentang kelemahan beberapa hadits
lemah/dla’if tentang keutamaan puasa yang sering dibacakan di mimbar-mimbar
khususnya di bulan Ramadhan.

Hadits Pertama

"Artinya : "Dari
Ibnu Abbas, ia berkata : Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila
berbuka (puasa) beliau mengucapkan : Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika
Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim
(artinya : Ya Allah
! untuk-Mu aku berpuasa dan atas rizkqi dari-Mu kami berbuka. Ya Allah !
Terimalah amal-amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui)".
[Riwayat : Daruqutni di kitab Sunannya, Ibnu Sunni di kitabnya 'Amal Yaum
wa-Lailah No. 473. Thabrani di kitabnya Mu'jamul Kabir]

Sanad hadits ini
sangat Lemah/Dloif

Pertama :
Ada seorang rawi yang bernama : Abdul
Malik bin Harun bin ‘Antarah.
Dia ini rawi yang sangat lemah.
[1]. Kata
Imam Ahmad bin Hambal : Abdul Malik Dlo’if
[2]. Kata Imam Yahya : Kadzdzab
(pendusta)
[3]. Kata Imam Ibnu Hibban : Pemalsu hadits
[4]. Kata Imam
Dzahabi : Dia dituduh pemalsu hadits
[5]. Kata Imam Abu Hatim : Matruk
(orang yang ditinggalkan riwayatnya)
[6]. Kata Imam Sa’dy : Dajjal,
pendusta.

Kedua :
Di sanad hadits ini juga ada bapaknya Abdul Malik
yaitu : Harun bin ‘Antarah. Dia ini rawi yang diperselisihkan oleh para ulama
ahli hadits. Imam Daruquthni telah melemahkannya. Sedangkan Imam Ibnu Hibban
telah berkata : "Munkarul hadits (orang yang diingkari haditsnya), sama sekali
tidak boleh berhujjah dengannya".

Hadits ini telah dilemahkan oleh Imam
Ibnul Qoyyim, Ibnu Hajar, Al-Haitsami dan Al-Albani dan
lain-lain

Periksalah kitab-kitab :
[1]. Mizanul I’tidal 2/666
[2].
Majmau Zawaid 3/156 oleh Imam Haitsami
[3]. Zaadul Ma’ad di kitab
Shiyam/Puasa oleh Imam Ibnul Qoyyim
[4]. Irwaul Ghalil 4/36-39 oleh
Muhaddist Al-Albani.

Hadits Kedua.

"Artinya : Dari Anas, ia
berkata : Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka beliau
mengucapkan : Bismillahi, Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rizqika Aftartu (artinya
: Dengan nama Allah, Ya Allah karena-Mu aku berbuka puasa dan atas rizqi dari-Mu
aku berbuka)". [Riwayat : Thabrani di kitabnya Mu'jam Shagir hal 189 dan Mu'jam
Awshath]

Sanad hadits ini Lemah/Dlo’if

Pertama :
Di sanad
hadist ini ada Ismail bin Amr Al-Bajaly.
Dia seorang rawi yang lemah.
[1].
Imam Dzahabi mengatakan di kitabnya Adl-Dhu’afa : Bukan hanya satu orang saja
yang telah melemahkannya.
[2]. Kata Imam Ibnu ‘Ady : Ia menceritakan
hadits-hadits yang tidak boleh diturut.
[3]. Kata Imam Abu Hatim dan
Daruquthni : Lemah !
[4]. Saya berkata Dia inilah yang meriwayatkan hadits
lemah bahwa imam tidak boleh adzan (lihat : Mizanul I’tidal 1/239).

Kedua
:
Di sanad ini juga ada Dawud bin Az-Zibriqaan.
[1]. Kata Al-Albani : Dia
ini lebih jelek dari Ismail bin Amr Al-Bajaly.
[2]. Kata Imam Abu Dawud, Abu
Zur’ah dan Ibnu Hajar : Matruk.
[3]. Kata Imam Ibnu ‘Ady : Umumnya apa yang
ia riwayatkan tidak boleh diturut (lihat Mizanul I’tidal 2/7)
[4]. Saya
berkata : Al-Ustadz Abdul Qadir Hassan membawakan riwayat Thabrani ini di
kitabnya Risalah Puasa akan tetapi beliau diam tentang derajat hadits ini
?

Hadits Ketiga

"Artinya : Dari Muadz bin Zuhrah, bahwasanya telah
sampai kepadanya, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila
berbuka (puasa) beliau mengucapkan : Allahumma Laka Sumtu ….." [Riwayat : Abu
Dawud No. 2358, Baihaqi 4/239, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Sunniy]

Lafadz
dan arti bacaan di hadits ini sama dengan riwayat/hadits yang ke 2 kecuali
awalnya tidak pakai Bismillah.

Dan sanad hadits ini mempunyai dua
penyakit
.

Pertama :
"Mursal, karena Mu’adz bin (Abi) Zur’ah seorang
Tabi’in bukan shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (hadits Mursal adalah
: seorang tabi’in meriwayatkan langsung dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
tanpa perantara shahabat).

Kedua :
"Selain itu, Mu’adz bin Abi Zuhrah
ini seorang rawi yang Majhul. Tidak ada yang meriwayatkan dari padanya kecuali
Hushain bin Abdurrahman. Sedang Ibnu Abi Hatim di kitabnya Jarh wat Ta’dil tidak
menerangkan tentang celaan dan pujian baginya".

Hadits
Keempat
"Artinya : Dari Ibnu Umar, adalah Rasulullah SAW, apabila berbuka
(puasa) beliau mengucapkan : DZAHABAZH ZHAAMA-U WABTALLATIL ‘URUQU WA TSABATAL
AJRU INSYA ALLAH
(artinya : Telah hilanglah dahaga, telah basahlah
kerongkongan/urat-urat, dan telah tetap ganjaran/pahala, Inysa allah). [Hadits
HASAN
, riwayat : Abu Dawud No. 2357, Nasa'i 1/66. Daruquthni dan ia mengatakan
sanad hadits ini HASAN. Hakim 1/422 Baihaqy 4/239]

Al-Albani menyetujui
apa yang dikatakn Daruquhni.!

Saya berkata : Rawi-rawi dalam sanad hadits
ini semuanya kepercayaan (tsiqah), kecuali Husain bin Waaqid seorang rawi yang
tsiqah tapi padanya ada sedikit kelemahan (Tahdzibut-Tahdzib 2/373). Maka
tepatlah kalau dikatakan hadits ini HASAN.

Kesimpulan.
[1]. Hadits
yang ke 1,2 dan 3 karena tidak syah (sangat dloif dan dloif) maka tidak boleh
lagi diamalkan.

[2]. Sedangkan hadits yang ke 4 karena riwayatnya telah
syah maka bolehlah kita amalkan jika kita suka (karena hukumnya sunnat
saja).

BEBERAPA HADITS LEMAH TENTANG KEUTAMAAN PUASA

Hadits
Pertama

"Artinya : Awal bulan Ramadhan merupakan rahmat, sedang
pertengahannya merupakan magfhiroh (ampunan), dan akhirnya merupakan pembebasan
dari api neraka"
. [Riwayat : Ibnu Abi Dunya, Ibnu Asakir, Dailami dll. dari
jalan Abu Hurairah]

Derajat hadits ini : DLAIFUN JIDDAN (sangat
lemah).
Periksalah kitab : Dla’if Jamius Shagir wa Ziyadatihi no. 2134,
Faidhul Qadir No. 2815.

Hadits Kedua :

"Artinya : Dari Salman
Al-Farisi, ia berkata : Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Pernah
berkhutbah kepada kami di hari terakhir bulan Sya’ban. Beliau bersabda : "Wahai
manusia ! Sesungguhnya akan menaungi kamu satu bulan yang agung penuh berkah,
bulan yang didalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan
yang Allah telah jadikan puasanya sebagai suatu kewajiban dan shalat malamnya
sunat, barang siapa yang beribadat di bulan itu dengan satu cabang kebaikan,
adalah dia seperti orang yang menunaikan kewajiban di bulan lainnya, dan
barangsiapa yang menunaikan kewajiban di bulan itu adalah dia seperti orang yang
menunaikan tujuh puluh kewajiban di bulan lainnya. Dia itulah bulan shabar,
sedangkan keshabaran itu ganjarannya surga…. dan dia bulan yang awalnya
rahmat, dan tengahnya magfiroh (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api
neraka..
." [Riwayat : Ibnu Khuzaimah No. hadits 1887 dan lain-lain]

Sanad
Hadits ini DLAIF. Karena ada seorang rawi bernama : Ali bin Zaid bin Jud’an. Dia
ini rawi yang lemah sebagaimana diterangkan oleh Imam Ahmad, Yahya, Bukhari,
Daruqhutni, Abi Hatim, dan lain-lain.

Dan Imam Ibnu Khuzaimah sendiri
berkata : Aku tidak berhujah dengannya karena jelek hafalannya.

Imam Abu
Hatim mengatakan : Hadits ini Munkar !!

Periksalah kitab : Silsilah
Ahaadits Dloif wal Maudluah No. 871, At-Targhib Wat-Tarhieb jilid 2 halaman 94,
Mizanul I’tidal jilid 3 halaman 127.

Hadits Ketiga

"Artinya :
Orang yang berpuasa itu tetap didalam ibadat meskipun ia tidur di atas
kasurnya"
. [Riwayat : Tamam]

Sanad Hadits ini DLA’IF. Karena di sanadnya
ada : Yahya bin Abdullah bin Zujaaj dan Muhammad bin Harun bin Muhammad bin
Bakkar bin Hilal. Kedua orang ini gelap keadaannnya karena kita tidak jumpai
keterangan tentang keduanya di kitab-kitab Jarh Wat-Ta’dil (yaitu kitab yang
menerangkan cacat/cela dan pujian tiap-tiap rawi hadits). Selain itu di sanad
hadits ini juga ada Hasyim bin Abi Hurairah Al-Himsi seorang rawi yang Majhul
(tidak dikenal keadaannya dirinya). Sebagaimana diterangkan Imam Dzahabi di
kitabnya Mizanul I’tidal, dan Imam ‘Uqail berkata : Munkarul Hadits
!!

Kemudian hadits yang semakna dengan ini juga diriwayatkan oleh Dailami
di kitabnya Musnad Firdaus dari jalan Anas bin Malik yang lafadnya sebagai
berikut :

"Artinya :"Orang yang berpuasa itu tetap di dalam ibadat
meskipun ia tidur diatas kasurnya".

Sanad hadits ini Maudlu’/Palsu.
Karena ada seorang rawi yang bernama Muhammad bin Ahmad bin Suhail, dia ini
seorang yang tukang pemalsu hadits, demikian diterangkan Imam Dzahabi di
kitabnya Adl-Dluafa.

Periksalah kitab : Silsilah Ahaadist Dla’if wal
Maudl’uah No. 653, Faidlul Qadir No. hadits 5125.

Hadits
Keempat.

"Artinya : Tidurnya orang yang berpuasa itu dianggap ibadah, dan
diamnya merupakan tasbih, dan amalnya (diganjari) berlipat ganda, dan do’anya
mustajab, sedang dosanya diampuni
" [Riwayat : Baihaqy di kitabnya Su'abul Iman,
dari jalan Abdullah bin Abi Aufa]

Hadits ini derajadnya sangat Dla’if
atau Maudlu
. Karena di sanadnya ada Sulaiman bin Umar An-Nakha’i, salah seorang
pendusta (baca : Faidlul Qadir No. 9293).

Hadits Kelima.

"Artinya
: Puasa itu setengah dari pada sabar" [Riwayat : Ibnu Majah].

Kata Imam
Ibnu Al-Arabi : Hadits (ini) sangat lemah !

Hadist
Keenam.

"Artinya : Puasa itu setengah dari pada sabar, dan atas tiap-tiap
sesuatu itu ada zakatnya, sedang zakat badan itu ialah puasa
" [Riwayat : Baihaqy
di kitabnya Su'abul Iman dari jalan Abu Hurairah].

Hadits ini sangat
lemah !
[1]. Ada Muhammad bin Ya’kub, Dia mempunyai riwayat-riwayat yang
munkar. Demikian diterangkan oleh Imam Dzahabi di kitabnya Adl-Dluafa
[2].
Ada Musa bin ‘Ubaid. Ulama ahli hadits. Imam Ahmad berkata : Tidak boleh
diterima riwayat dari padanya (baca : Faidlul Qodir no. 5201).

Itulah
beberapa hadits lemah tentang keutamaan puasa dan bulannya. Selain itu masih
banyak lagi hadits-hadits lemah tentang bab ini. Hadits-hadits di atas sering
kali kita dengar dibacakan di mimbar-mimbar khususnya pada bulan Ramadhan oleh
para penceramah.[1]

[Disalin dari kitab Al-Masaa-il (Masalah-Masalah
Agama)- Jilid ke satu, Penulis Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Terbitan
Darul Qolam - Jakarta, Cetakan ke III Th 1423/2002M]
_________
Foote
Note
[1]. Ditulis tanggal 7-11-1986

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1927&bagian=0 dengan sedikit edit dari bentuk font